Hukum Forex Di Arab Saudi

Hukum Forex Di Arab Saudi

Hukum forex di arab saudi – Saat ini, produk lintas batas terus berkembang sangat pesat. Sehingga dunia trading forex atau jual beli mata uang masih dilakukan oleh banyak orang. Perlu Anda ketahui bahwa mata uang asing bukan hanya sekedar alat pembayaran dalam transaksi ekspor dan impor. Karena ternyata ada perbandingan yang terus bergerak yang membuka peluang kerja bagi banyak pihak. Jadi, apa hukum perdagangan valas di Arab Saudi?

Baca Juga:  cara bermain forex dengan modal kecil

Hukum Forex di Arab Saudi

Meskipun kita paham betul, fluktuasi nilai mata uang sangat dipengaruhi oleh kegiatan impor dan ekspor dari satu negara ke negara lain. Ini juga mempengaruhi naik turunnya penawaran dan permintaan produk dari satu negara ke negara lain. Yang pada akhirnya juga akan mempengaruhi nilai mata uang negara tersebut.

Baca Juga:  Aplikasi Trading Forex Terpercaya OJK

Dengan demikian, tentunya setiap negara memiliki kekuasaan penuh untuk mengatur nilai tukar uang. Namun, nilai tukar mata uang ini akan terus berubah. Karena perubahan ini akan sesuai dengan tingkat ekonomi negara.

Dengan demikian, posisi Arab Saudi jelas, yaitu bahwa undang-undang valuta asing di Arab Saudi melarang segala sesuatu dalam bentuk valuta asing atau transaksi valuta asing. Artinya, undang-undang ini tidak hanya menjadi dasar hukum KPU di Kerajaan Arab Saudi. Padahal, pandangan ini bukan hanya pandangan Arab Saudi. Tetapi juga banyak negara lain di Timur Tengah. Di sebelah,

Baca Juga:  Apa Itu Spread Forex

Dewan Fatwa Malaysia juga mengeluarkan fatwa terkait hal ini. Mereka juga melarang segala bentuk perdagangan mata uang. Karena menurut mereka, yang namanya forex trading atau trading forex sendiri sudah melanggar aturan Islam. Karena mengandung unsur gharar atau judi dengan judi atau spekulasi.

Hal ini berdasarkan hadits Nabi. Yaitu adalah perintah untuk menjual emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, dan sebagainya. Hadits ini ditemukan dalam kitab-kitab Abu Dawud, Sunan al-Tirmidzi, Sahih Muslim, An-Nasa’i, dan Sunan Ibn Majah.

Baca Juga:  Trading Forex Adalah Judi? Ini Penjelasannya!

Hadits ini sangat jelas bahwa tidak boleh menjual barang yang serupa dan serupa dengan harga yang berbeda, bahkan dengan uang tunai. Begitu juga pertukaran uang yang sering terjadi saat hari raya tiba. Kemudian jumlah 500 ribu dijual seharga 700 ribu atau lebih.

Namun, hukum mata uang di Arab Saudi sangat berbeda dengan fatwa yang berlaku di Indonesia, yang merupakan yurisprudensi Majelis Ulama Indonesia. Dimana, MUI sebagai lembaga yang mengeluarkan fatwa di Indonesia merinci jenis-jenis transaksi mata uang yang tidak diperbolehkan. Jadi intinya tidak semua trading forex itu haram.
Oleh karena itu, MUI tidak memberlakukan hukum haram secara mutlak. Seperti saat ini keputusan yang diambil oleh keputusan hukum valuta asing di Arab Saudi diputuskan oleh Lajnahnya. Dalam hal ini, LÍN menganggap aturan asli dari aktivitas ini diperbolehkan. Selama itu bukan karena keberuntungan.

Baca Juga:  Istilah Dalam Trading Forex

Hal ini terkait dengan hukum valuta asing di Kerajaan Arab Saudi. Saya pikir Anda harus menghindari itu. Karena Anda tidak mungkin melakukan bisnis tetapi tidak berharap mendapat untung. sebenarnya?