Perjanjian Mengenai Kawasan Damai Bebas Dan Netral Di Asean Adalahperjanjian

Perjanjian Mengenai Kawasan Damai Bebas Dan Netral Di Asean Adalah Perjanjian

Perjanjian Mengenai Kawasan Damai Bebas Dan Netral Di Asean Adalahperjanjian …

ASEAN adalah organisasi yang didirikan untuk kesejahteraan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) telah berdiri sejak tahun 1967, tepatnya pada tanggal 8 Agustus.

Untuk mencapai tujuannya, ASEAN dan negara-negara anggotanya harus saling bekerja sama. Ada beberapa bentuk kerja sama di dalam ASEAN, seperti kerja sama di bidang politik dan keamanan, ekonomi, serta sosial dan budaya. Berikut Perjanjian Mengenai Kawasan Damai Bebas?.

  1. Afta
  2. Perjanjian ekstradisi
  3. Zopfan
Baca Juga:  Salah Satu Keuntungan Energi Matahari Adalah

Jawabannya adalah C Zopfan

Perjanjian ekstradisi

Merupakan penyerahan kepada suatu negara yang meminta orang yang diduga dipidana karena melakukan kejahatan di luar wilayah negara yang meminta penyerahan itu karena berwenang mengadili dan menghukumnya.

Perjanjian ekstradisi telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1997 yang dikutip dari E-Modul Buku Ajar Hukum Pidana. Sedangkan Budiarto mengartikan ekstradisi sebagai proses penyerahan tersangka atau terpidana karena telah melakukan tindak pidana formal yang dilakukan oleh suatu negara kepada negara lain yang berwenang untuk memeriksa dan mengadili tindak pidana tersebut. Dengan demikian, tujuan diadakannya perjanjian ekstradisi ada dua macam, yaitu:

  • Agar orang yang melakukan tindak pidana di suatu negara tidak dapat lepas dari pemeriksaan pengadilan dan putusan pemidanaannya dengan melarikan diri ke wilayah negara lain.
  • Sebagai efek jera atau deterrent effect, yaitu agar orang yang diekstradisi tidak mengulangi perbuatannya dan melarikan diri ke negara lain.
Baca Juga:  Dimensi Spasial Dalam Sejarah Disebut Dimensi

Sejarah Perjanjian Ekstradisi Indonesia

Perjanjian ekstradisi telah dikenal sejak masa penjajahan Belanda di Indonesia. Namun sebenarnya perjanjian tersebut merupakan perjanjian yang dibuat oleh pemerintah Belanda dengan beberapa negara dunia, namun klausul dalam perjanjian tersebut juga berlaku untuk wilayah jajahan Belanda yaitu Hindia Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, perjanjian ekstradisi yang dibuat oleh Belanda tidak serta merta membuat Indonesia terikat dengan perjanjian ekstradisi. Seperti saat Westeling melakukan pembantaian terhadap masyarakat Makassar.

Baca Juga:  Kewajiban Pengguna Transportasi Umum Adalah

Ia melarikan diri ke Singapura (koloni Inggris) pada tahun 1950, pemerintah Inggris menolak ekstradisinya dengan alasan Inggris tidak pernah membuat perjanjian ekstradisi dengan pemerintah Indonesia. Dengan demikian, perjanjian ekstradisi antara Belanda dan Inggris tidak serta merta membuat Indonesia terikat dengan perjanjian ekstradisi dengan Inggris.

Demikian penjelasan dari saya tentang Perjanjian Mengenai Kawasan Damai Bebas dan netral di asean adalahperjanjian persahabatan semoga bermanfaat, terimakasih.