Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

Inilah Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional, Kamu Sudah Tahu?

Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional – Setidaknya masyarakat mengenal dua jenis bank di Indonesia, yaitu bank konvensional dan bank syariah. Meski familiar dengan istilah tersebut, tidak semua orang tahu perbedaannya.

Daftar Isi:

Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

Mengutip dari laman Bank Muamalat, Minggu (1/8/2021), setidaknya ada 6 hal yang membedakan antara bank konvensional dan bank syariah.

Pengertian Atau Definisi.

Bank syariah adalah bank yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip Syariah atau prinsip Syariah Islam yang diatur oleh Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) seperti prinsip keadilan dan keseimbangan (justice and balance), manfaat (interest) , inklusivitas. (Alami), dan tidak mengandung gharar, judi, riba, kezaliman dan hal-hal yang diharamkan.

Baca Juga:  Bagaimanakah Sejarah Bank Syariah di Indonesia?

Sedangkan bank konvensional adalah bank yang melakukan kegiatan niaga tradisional yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam pergerakan pembayaran berdasarkan tata cara dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Asas

Pada prinsipnya bank syariah dan konvensional sebenarnya sama, yaitu berdasarkan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip pencegahan. Namun, bank syariah memiliki prinsip syariah yang tidak ditemukan pada bank konvensional.

Baca Juga:  Bagaimanakah Sejarah Bank Syariah di Indonesia?

Fungsi

Meskipun sama-sama berfungsi menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat, bank syariah juga mencakup banyak fungsi lainnya, yaitu menjalankan fungsi sosial berupa lembaga baitul mal, menerima dan menyalurkan dana dari zakat, belanja, zakat, wakaf, atau dana sosial lainnya.

Selain itu, bank syariah juga dapat menghimpun dana sosial yang berasal dari wakaf tunai dan menyalurkannya kepada pengelola wakaf (nazhir) sesuai dengan keinginan pemberi wakaf (wakaf).

Baca Juga:  Bagaimanakah Sejarah Bank Syariah di Indonesia?

Regulasi

Bank syariah dan konvensional diawasi oleh Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, di bank syariah ada tambahan pengawas yaitu Dewan Pengawas Syariah (DSN).

Struktur Organisasi

Bank syariah memiliki badan pengawas syariah dalam struktur organisasinya. Hal ini tidak ditemukan pada bank konvensional.

Sumber Pendapatan

Sumber pendapatan di bank syariah diperoleh melalui sistem bagi hasil. Prinsip sistem bagi hasil ini mirip dengan perdagangan pada umumnya dimana bank syariah bertindak sebagai perantara antara penjual dan pembeli. Selisih harga antara lain menjadi sumber pendapatan bagi bank syariah. Sedangkan bank konvensional menggunakan sistem bunga tetap.

Baca Juga:  Bagaimanakah Sejarah Bank Syariah di Indonesia?

Bank syariah hanya berinvestasi pada bisnis halal, sedangkan bank konvensional tidak dibatasi/bebas nilai. Di bank syariah, besaran bagi hasil berbeda-beda tergantung kinerja usaha, sedangkan di bank konvensional besaran bunganya tetap.

Sementara itu, dalam postingan detikcom seperti dikutip dari laman OJK, produk tabungan bank syariah biasanya memiliki dua akad yaitu Mudharabah dan Wadi’ah.

Baca Juga:  Bagaimanakah Sejarah Bank Syariah di Indonesia?

Spekulasi adalah prinsip yang digunakan oleh bank untuk simpanan. Dalam kontrak ini, deposan adalah pemilik modal dan bank adalah pengelolanya. Biasanya pihak bank akan menjelaskan kepada nasabah yang membuka tabungan berdasarkan akad ini, bunga apa yang akan diperoleh, dan hasilnya akan dibagi berdasarkan kesepakatan.

Penerapan prinsip simpanan adalah penerapan titipan jaminan pada produk giro. Dalam hal titipan jaminan, pihak yang dititipkan kepadanya (bank) bertanggung jawab atas keamanan barang titipan agar dapat mengambil manfaat dari dana yang dititipkan.

Baca Juga:  Bagaimanakah Sejarah Bank Syariah di Indonesia?

Bank tidak menjanjikan imbalan apapun kepada penabung dalam kontrak ini. Namun, bank dapat memberikan bonus kepada pemilik dana sebagai insentif, tetapi jumlah bonus yang diberikan tidak wajib atau mengikat.

Tabungan konvensional, biasanya menggunakan skema generik di bank. Seperti memberikan bunga atas tabungan yang disimpan di bank.